- Dipublikasikan oleh BMKG Provinsi Banten,
- 15 September 2026
Secara umum, dinamika atmosfer dan laut pada bulan Agustus 2026 di wilayah Provinsi Banten cenderung kurang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ENSO dan IOD masing-masing berada pada fase El Niño dan netral dengan nilai indeks sebesar +2.83 dan +0.376. Aktivitas MJO pada fase 6 – 8, pengaruh Monsun Australia, pola angin timurandi lapisan 850 mb, serta kelembapan udara (RH) berkisar 50–60 % secara umum kurang mendukung aktivitas konvektif di wilayah Provinsi Banten.
Kondisi cuaca dan iklim di Provinsi Banten pada bulan Agustus 2026 secara umum didominasi oleh curah hujan kategori rendah. Sifat hujan di sebagian besar wilayah Banten berada pada kategori bawah normal. Curah hujan harian tertinggi tercatat sebesar 42.0 mm/hari (kategori hujan sedang) di Stasiun Meteorologi Budiarto pada tanggal 19 Agustus 2026. Suhu udara rata-rata berkisar antara 27.3-29.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi mencapai 36.1 °C yang tercatat di Stasiun Meteorologi Budiarto pada tanggal 08 Agustus 2026. Profil vertikal atmosfer di wilayah Provinsi Banten menunjukkan kondisi relatif kering pada lapisan bawah hingga menengah. Kondisi gelombang laut di wilayah perairan Banten secara umum menunjukkan tren anomali positif dengan rentang tinggi gelombang berkisar 0.5-5.0 meter. Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan kondisi sangat pendek hingga kekeringan ekstrem, sedangkan perkembangan musim di seluruh wilayah Banten terpantau sudah memasuki musim kemarau.
Aktivitas kegempaan di wilayah Banten dan sekitarnya selama bulan Agustus 2026 tercatat sebanyak 159 kejadian gempabumi dengan 7 kejadian dirasakan masyarakat. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempabumi dangkal. Sementara itu, aktivitas kelistrikan udara mencatat total sambaran petir sebanyak 7.975 kali atau mengalami penurunan sebesar 39% dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas magnet bumi selama periode ini terpantau normal.
Kejadian khusus selama bulan Agustus 2026 tidak terdapat laporan bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Banten. Selain itu, tidak tercatat adanya kejadian gempabumi merusak.
Memasuki bulan September 2026, dinamika atmosfer diprediksi masih dipengaruhi oleh kondisi El Nino dan IOD fase positif, aktivitas Monsun Australia, serta pola angin Timuran dengan kondisi kelembapan udara yang relatif kering. Curah hujan dasarian diprediksi berada pada kategori rendah dengan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang di wilayah Kab. Pandeglang bagian Selatan dan Kab. Lebak bagian Selatan. Gelombang kategori tinggi berpeluang terjadi di wilayah Selat Sunda Bagian Barat, Perairan Selatan Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak. Selain itu, pasang maksimum air laut berpotensi meningkatkan risiko banjir pesisir (rob) di wilayah Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang, Pesisir Selatan Pandeglang, Pesisir Selatan Lebak. Sementara itu, untuk kejadian khusus, Gunung Anak Krakatau tercatat berada pada status Level III (Siaga) pasca mengalami erupsi menerus pada 04–06 September 2026 yang menghembuskan abu vulkanik hingga ketinggian 18.000 ft ke arah Tenggara–Barat, meskipun analisis citra satelit terkini per 14 September 2026 menunjukkan sebaran debu vulkanik tersebut sudah tidak terdeteksi.




















