Tanggal 4 Juli 2026
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Buletin Informasi MKG Provinsi Banten Juni 2026

BMKG Provinsi Banten > Laporan Pemantauan > Buletin Informasi MKG Provinsi Banten Juni 2026

Daftar Isi

Secara umum, dinamika atmosfer dan laut pada bulan Mei 2026 di wilayah Provinsi Banten cenderung mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ENSO dan IOD masing-masing berada pada fase El Nino lemah dan Negatif dengan nilai indeks sebesar +1,0 dan -0,56. Aktivitas MJO pada fase 2 hingga 4, pengaruh Monsun Australia, pola angin timuran di lapisan 850 mb, serta kelembapan udara (RH) berkisar 65–75% secara umum mendukung peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Provinsi Banten.

Kondisi cuaca dan iklim di Provinsi Banten pada bulan Mei 2026 secara umum didominasi oleh curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Sifat hujan di sebagian besar wilayah Banten berada pada kategori Normal hingga Atas Normal. Curah hujan harian tertinggi tercatat sebesar 129 mm/hari (kategori sangat lebat) di Balai Besar MKG Wilayah II pada tanggal 5 Mei 2026. Suhu udara rata-rata berkisar antara 27,5–28,8 °C dengan suhu maksimum tertinggi mencapai 35.6 °C yang tercatat di Balai Besar MKG Wilayah II pada tanggal 18 Mei 2026. Profil vertikal atmosfer di wilayah Provinsi Banten menunjukkan kondisi relatif kering pada lapisan bawah hingga menengah. Kondisi gelombang laut di wilayah perairan Banten secara umum menunjukkan tren anomali negatif dengan rentang tinggi gelombang berkisar 0,5-3,0 meter. Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan kondisi Masih Ada Hujan hingga Pendek, sedangkan perkembangan musim di sebagian wilayah Banten terpantau sudah mulai memasuki musim kemarau.

Aktivitas kegempaan di wilayah Banten dan sekitarnya selama bulan Mei 2026 tercatat sebanyak 235 kejadian dengan tidak ada kejadian gempabumi dirasakan masyarakat. Dominasi kejadian gempabumi masuk ke dalam kategori dangkal dengan magnitude kecil (M<4). Sementara itu, aktivitas kelistrikan udara mencatat total sambaran petir sebanyak 299.606 kali atau mengalami penurunan sebesar 14% dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas kemagnetan bumi selama periode ini tidak mencatatkan adanya fenomena kejadian badai magnetik.

Kejadian khusus selama bulan Mei 2026 terdapat 7 laporan bencana hidrometeorologi meliputi hujan es, banjir, dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. Tidak tercatat adanya kejadian gempabumi merusak.

Memasuki Juni 2026, dinamika atmosfer diprediksi masih dipengaruhi oleh kondisi ENSO dan IOD fase netral, aktivitas Monsun Australia, MJO fase 1 hingga 2, gelombang atmosfer Rossby Ekuator, serta pola angin Timuran dengan kondisi kelembapan udara yang relatif kering. Awal musim kemarau di wilayah Provinsi Banten diprediksi terjadi hingga Dasarian III Juni 2026, dan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026. Curah hujan dasarian diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupten Lebak, Kabupten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang. Gelombang kategori tinggi berpeluang terjadi di wilayah Perairan Selatan Pandeglang dan Perairan Selatan Lebak. Selain itu, pasang maksimum air laut berpotensi meningkatkan risiko banjir pesisir (rob) di wilayah [Pesisir Utara Tangerang, Perairan Utara Serang, Pesisir Selat Sunda bagian Utara, Perairan Selatan Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak.

Bagikan Laporan Pemantauan ini melalui :