Tanggal 21 Juli 2026
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Buletin Informasi MKG Provinsi Banten Juli 2026

BMKG Provinsi Banten > Laporan Pemantauan > Buletin Informasi MKG Provinsi Banten Juli 2026

Daftar Isi

Secara umum, dinamika atmosfer dan laut pada bulan Juni 2026 di wilayah Provinsi Banten cenderung kurang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ENSO dan IOD masing-masing berada pada fase El Nino Kuat dan Netral dengan nilai indeks sebesar +1.56 dan -0.387. Aktivitas MJO pada fase 8, 5, dan 6, pengaruh Monsun Australia, pola angin timuran di lapisan 850 mb, serta kelembapan udara (RH) berkisar 65-70% secara umum kurang mendukung peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Provinsi Banten.

Kondisi cuaca dan iklim di Provinsi Banten pada bulan Juni 2026 secara umum didominasi oleh curah hujan kategori rendah. Sifat hujan di sebagian besar wilayah Banten berada pada kategori Bawah Normal. Curah hujan harian tertinggi tercatat sebesar 31.4 mm/hari (kategori sedang) di Balai Besar MKG Wilayah II pada tanggal 16 Juni 2026. Suhu udara rata-rata berkisar antara 27.7-29.1 °C dengan suhu maksimum tertinggi mencapai 35.6 °C yang tercatat di Stasiun Klimatologi Banten pada tanggal 7 Juni 2026. Profil vertikal atmosfer di wilayah Provinsi Banten menunjukkan kondisi relatif kering pada lapisan bawah hingga menengah. Kondisi gelombang laut di wilayah perairan Banten secara umum menunjukkan tren anomali positif dengan rentang tinggi gelombang berkisar 0.75-2.5 meter. Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah Banten berada pada kategori sangat pendek hingga menengah, sedangkan perkembangan musim di sebagian wilayah Banten terpantau sudah memasuki musim kemarau.

Aktivitas kegempaan di wilayah Banten dan sekitarnya selama bulan Juni 2026 tercatat sebanyak 153 kejadian gempabumi dengan 6 kejadian dirasakan masyarakat. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempabumi dangkal dengan magnitude kecil (M<4). Sementara itu, aktivitas kelistrikan udara mencatat total sambaran petir sebanyak 89.263 kali atau mengalami penurunan sebesar 70% dibandingkan bulan sebelumnya. Aktivitas magnet bumi selama periode ini tidak mencatatkan adanya fenomena kejadian badai magnetik.

Kejadian khusus selama bulan Juni 2026 tidak terdapat laporan bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Banten. Selain itu, tidak tercatat adanya kejadian gempabumi merusak.

Memasuki Juli 2026, dinamika atmosfer diprediksi masih dipengaruhi oleh kondisi ENSO dan IOD fase positif, aktivitas Monsun Australia, gelombang atmosfer Rossby, serta pola angin Timuran dengan kondisi kelembapan udara yang relatif kering. Sebagian wilayah Banten diprediksi telah memasuk musim kemarau dan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga September 2026. Curah hujan dasarian diprediksi berada pada kategori rendah. Gelombang kategori tinggi berpeluang terjadi di wilayah Selat Sunda Bagian Barat, Perairan Selatan Pandeglang dan Perairan Selatan Lebak. Selain itu, pasang maksimum air laut berpotensi meningkatkan risiko banjir pesisir (rob) di wilayah Pesisir Utara Tangerang, Pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang, Pesisir Selatan Pandeglang, dan Pesisir Selatan Lebak.

Bagikan Laporan Pemantauan ini melalui :