Tanggal 13 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Rekonsiliasi Keuangan Semester I Balai Besar Wilayah II: Meningkatkan Akuntabilitas dan Kredibilitas Laporan Keuangan, Mewujudkan BMKG Berkelas Dunia

BMKG Provinsi Banten > Berita > Rekonsiliasi Keuangan Semester I Balai Besar Wilayah II: Meningkatkan Akuntabilitas dan Kredibilitas Laporan Keuangan, Mewujudkan BMKG Berkelas Dunia

Daftar Isi

Ketepatan dan akurasi akan mewujudkan kepercayaan. Oleh karena itu, BMKG harus menjaga akuntabilitas dalam laporan keuangan dalam upaya mewujudkan kredibilitas di masyarakat. Hal ini ditegaskan Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D dalam sambutan dan arahan kegiatan Rekonsolisiasi Keuangan Semester I Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Sabtu (15/7) bertempat di Hotel Grand Dafam Signature, Yogyakarta.

“Akurasi, ketepatan dan kecepatan dapat terwujud karena bekerja setulus jiwa. Kepercayaan bisa dibentuk jika kita wujudkan kepatuhan. Semuanya ini dapat diwujudkan lewat kepatuhan dalam pembuatan laporan keuangan. Transparansi akan menciptakan akuntabilitas yang dapat kita ukur” Lanjut Dwikorita.

Beliau mengingatkan bahwa semua hal tersebut akan berimplikasi pada layanan yang dinikmati publik, termasuk sistem informasi yang disediakan BMKG. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 191 peserta. Peserta tersebut terdiri dari Petugas SAIBA dan SIMAK BMN dan Kepala Satker Mandiri di lingkungan Kantor Pusat maupun Kepala UPT di lingkungan Balai Besar BMKG Wilayah II.

Dalam arahannya, Prof. Dwikorita juga mengingatkan upaya yang dilakukan BMKG dalam mendukung peningkatan SDM yang berkualitas dunia, termasuk SDM internal BMKG.

“Saat ini kita sedang mengupayakan untuk meningkatkan SDM BMKG. Salah satunya mendorong untuk studi lanjut, baik jenjang magister maupun doctor. Salah satu program yang kita kejar adalah Program 500 Doktor BMKG” terang Dwikorita dalam arahannya.

Prof Dwikorita juga menegaskan bahwa upaya untuk mendorong SDM BMKG merupakan bagian dari memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Selain itu, meminta kepada Kepala UPT atau pimpinan untuk melacak staf BMKG yang potensial, terutama yang berusia kurang dari 35 tahun.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk mewujudkan pelaporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan tepat waktu. Sehingga laporan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif, keakuratan data, maupun kebenaran materinya” terang Hartanto, S.T., M.M., Kepala BBMKG Wilayah II dalam laporannya.

Rangkaian kegiatan yang dimulai dari Jum’at-Senin (15-17/7) ini terdiri dari penyusunan laporan keuangan oleh Petugas SAIBA dan SIMAK BMN, hingga rangkaian Sosialisasi Manajemen Risiko bagi Kepala Satker Mandiri di lingkungan Kantor Pusat maupun Kepala UPT di lingkungan Balai Besar BMKG Wilayah II.

Bagikan Berita ini melalui :