Tanggal 17 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95: Heterogenitas dan Inklusifitas sebagai Sumber Kekuatan

BMKG Provinsi Banten > Berita > Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95: Heterogenitas dan Inklusifitas sebagai Sumber Kekuatan

Daftar Isi

Keanekaragaman suku, bahasa, dan budaya merupakan bentuk heterogenitas sebagai sumber kekuatan dalam memajukan Indonesia. Hal ini ditegaskan Hartanto, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II dalam upacara memperingatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 Tahun 2023, di halaman Kantor  BBMKG Wilayah II, Sabtu (28/10).

“Pemerintahan Republik Indonesia telah membuka luas partisipasi pemuda pemudi generasi muda Indonesia hari ini telah seiring sejalan mewujudkan harapan masa depan Indonesia bersama-sama. Inklusifitas dalam ekosistem kolaborasi lintas generasi telah membangun optimisme kolektif bahwa sekarang para pemuda-pemudi mendapatkan tempat terhormat di dalam pembangunan nasional” Terang Hartanto, selaku Inspektur Upacara.

Lebih lanjut, di hadapan semua staf BBMKG Wilayah II beliau menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda tahun 2023 yang mengusung tema “Bersama Majukan Indonesia” memiliki makna membentuk stilasi barisan manusia yang menyimbolkan kolaborasi dan warna-warni menunjukkan keanekaragaman suku, bahasa, dan budaya. Heterogenitas tersebut sebagai sumber kekuatan dalam memajukan Indonesia.

“Posisi Indonesia memang sedang berproses menyelesaikan persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, ujaran kebencian serta sejumlah problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti melaju menuju Indonesia maju dan menciptakan masyarakat adil dan makmur. Pemuda harus tetap melaju seiring dengan perkembangan teknologi dan dunia digital secara massif dan positif”, kata Hartanto.

Hartanto menyiratkan harapannya kepada generasi muda, bahwa setiap pemuda perlu mempunyai visi, misi dan peran strategis untuk 30 tahun mendatang agar pembangunan dapat berlari lebih cepat. Strategi paling ampuh adalah dengan tolong-menolong lintas generasi dan gotong royong lintas sektor. Kerja kolaboratif ini sesuai dengan amanah undang-undang dan peraturan yang ada.

“Marilah kita jadikan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini sebagai momentum membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri”, tutupnya.

Bagikan Berita ini melalui :