Tanggal 17 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Kepala BBMKG Wilayah II Ingatkan Peran dan Tantangan Taruna dan Taruni STMKG di Masa Depan

BMKG Provinsi Banten > Berita > Kepala BBMKG Wilayah II Ingatkan Peran dan Tantangan Taruna dan Taruni STMKG di Masa Depan

Daftar Isi

Indonesia yang berada di daerah rawan bencana, memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Misalnya dalam hal informasi gempabumi, memerlukan kesiapan SDM bidang Instrumentasi untuk menghasilkan kualitas data yang tepat dan akurat. Hal ini ditekankan Hartanto, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II saat menerima kunjungan Taruna dan Taruni Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) pada tanggal 3, 4, dan 5 Januari 2024.

“Informasi gempa yang pertama diperhatikan adalah kecepatan, kemudian akurasi. Rangkaian diseminasi semuanya harus aktif, harus bisa bekerja dengan cepat, faktor utama untuk memberikan layanan yang terbaik. Peralatan tersebut tersebar di seluruh Indonesia, yang pertama harus siap adalah orang Instrumentasi sehingga mempunyai peran penting dalam memelihara dan memperbaiki peralatan” terang Hartanto.

Di hadapan Taruna dan Taruni dari Program Studi Instrumentasi MKG, Hartanto menegaskan bahwa dengan adanya pemeliharaan peralatan akan menghasilkan kualitas data yang bagus, yang nantinya akan diolah lebih lanjut oleh tim analisis BMKG. “Oleh karena itu,  para analis BMKG kinerja dan hasil analisis yang dilakukan akan bagus ketika data yang dihasilkan juga bagus.  Hal tersebut sangat memerlukan peran instrumentasi”, lanjut Hartanto.

Hartanto juga mengingatkan tantangan yang dihadapi seiring era teknologi. Semua  berada sudah ada genggaman masyarakat, yakni smartphone. “Salah satu tantangan yang terbesar adalah bagaimana menyediakan informasi yang cepat. Hal ini karena kepercayaan masyarakat yang pertama seringkali dilihat berdasarkan kecepatan informasi”. Selain hal tersebut, permasalahan yang sering dihadapi lebih ke hal-hal yang bersifat teknis. Seperti listrik mati, printer macet, dan lain-lain, sehingga beliau mengharapkan semua teknisi harus siap.

Dalam penutupan sambutannya, beliau menekan setiap Taruna dan Taruni harus siap dengan penempatan dimanapun, bahkan pelosok sekalipun. “STMKG bukan akhir dari pendidikan. Manfaatkan waktunya dengan baik. Karena hal tersebut adalah  kesempatan yang terbuka luas. Kalian harus persiapkan dari sekarang. Tantangan ke depan semakin banyak, tuntutan  dari masyarakat juga akan semakin berat” harap Hartanto.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi beberapa lokasi di BBMKG Wilayah II hingga praktik singkat di laboratorium. Misalnya,  kunjungan ke Laboratorium Kalibrasi untuk belajar melakukan Kalibrasi guralph hingga kalibrasi seismometer. Selain itu, Taruna dan Taruni juga melakukan kunjungan pada ruang operasional Tsunami Early Warning System (TEWS) Pusat Gempa Regional (PGR) II.

Bagikan Berita ini melalui :