- Dipublikasikan oleh BMKG Provinsi Banten,
- 22 Januari 2026
Tangerang Selatan, 22 Januari 2026 – Dalam sepekan terakhir, wilayah Provinsi Banten mengalami peningkatan curah hujan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor di sebagian wilayah Banten, diantaranya Kab. Pandeglang, Kota Serang, Kab. Serang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kejadian cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu keberadaan sirkulasi siklonik, penguatan monsun dingin Asia, serta seruakan udara dingin (cold surge).
Peningkatan intensitas hujan di Provinsi Banten dalam sepekan ke depan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif pada skala global, regional, dan lokal. El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, sehingga mendukung peningkatan suplai uap air di wilayah Indonesia. Di sisi lain, terpantau adanya pembentukan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan NTB. Sistem baru ini berpotensi membentuk daerah konvergensi di Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Timor, yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.
Kondisi atmosfer juga dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut Cina Selatan, bergerak melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa yang disertai dengan penguatan angin baratan di sekitar wilayah selatan Indonesia. Aliran tersebut disertai penguatan angin baratan dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten. Selain itu, Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin secara spasial diprakirakan aktif melintasi Banten, serta labilitas lokal kuat turut mendukung proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Banten.
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
Berdasarkan hasil analisis tersebut, BBMKG Wilayah II memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih berpeluang terjadi pada periode berikut:
23 Januari 2026
Hujan Intensitas Sangat Lebat – Ekstrem
- Kota Tangerang
- Kab. Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
Hujan Intensitas Lebat – Sangat Lebat
- Kab. Pandeglang bagian Selatan
- Kab. Lebak bagian Utara dan Timur
Hujan Intensitas Sedang – Lebat
- Kab. Pandeglang bagian Timur
- Kab. Lebak bagian Tengah
- Kab. Serang
- Kota Serang
- Kota Cilegon
24 – 27 Januari 2026
Hujan Intensitas Lebat – Sangat Lebat
- Kota Tangerang
- Kab. Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
Hujan Intensitas Sedang – Lebat
- Kab. Pandeglang bagian Barat dan Selatan
- Kab. Lebak bagian Utara dan Timur
- Kab. Serang
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Sementara potensi angin kencang hingga mencapai 45 km/jam berpotensi terjadi pada periode 23 hingga 27 Januari 2026 di wilayah Kab. Pandeglang bagian Barat dan Selatan, Kab. Lebak bagian Barat dan Selatan, Kab. Serang bagian Barat dan Utara, Kota Serang, Kota Cilegon, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Menghadapi potensi cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang; Melakukan langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir, dan mengamankan barang-barang penting; Memercayai informasi resmi dari BMKG dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya; Memantau informasi terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal sosial media @bmkgwilayah2.
Demikian disampaikan agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama dalam rangka memastikan keselamatan masyarakat.




















