Tanggal 13 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

Sekolah Lapang Gempabumi BMKG: Mewujudkan Masyarakat Sukabumi Siaga Gempabumi dan Tsunami

BMKG Provinsi Banten > Berita > Sekolah Lapang Gempabumi BMKG: Mewujudkan Masyarakat Sukabumi Siaga Gempabumi dan Tsunami

Daftar Isi

Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu wilayah yang rawan gempabumi dan tsunami. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat harus siaga dan tanggap terhadap potensi becana yang muncul. Atas dasar itulah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah II menyelenggarakan Sekolah Lapang Gempabumi di Hotel Grand Inna Samudra Beach, Palabuhan Ratu, Sukabumi, Kamis-Jum’at (11-12/5)

“Gempabumi yang terjadi di wilayah ini, selain dipicu oleh aktivitas subduksi, juga dipengaruhi oleh keberadaan aktivitas sesar-sesar lokal seperti Megathrust Selatan Jawa Bagian Barat, Sesar Cimandiri, dan Sesar-Sesar Aktif lainnya” kata DR. Muzli, M.Sc. selaku Plt. Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG dalam sambutannya.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai unsur terkait. Antara lain; SKPD, BPBD, TNI-Polri, SAR, PMI, media, pelaku usaha sektor wisiata, sekolah dan universitas, serta kelompok nelayan sekitar Pelabuhan Ratu.

“Situasi Sukabumi sangat kompleks. Kita berhadapan langsung dengan laut. Aktivitas masyarakat juga cukup padat. Oleh karena itu, kondisi di lapangan harus diketahui dan disadari oleh masyatakat. Kita harus membangun kesiapsiagaan menghadapi tsunami” Kata Marwan Hamami, Bupati Sukabumi, dalam sambutannya.

Bupati yang berkesempatan membuka acara juga menggarisbawahi paradigma masyarakat terkait bencana harus diubah. Semua pihak tidak hanya mencermati situasi dan kondisi, tetapi juga dampak yang dihasilkannya.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah menguatkan peran dan sinergi antara BMKG dan BPBD dalam mewujudkan masyarakat yang Tanggap Gempabumi dan Siaga Tsunami” kata Hartanto, S.T., M.M, Kepala Balai Besar MKG Wilayah II.

Dalam kesempatan ini, selain diskusi dan pembuatan jalur evakuasi bersama BPBD, Balai Besar MKG Wilayah II juga memberikan peta informasi potensi bahaya gempabumi dan tsunami sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempabumi dan tsunami.

Bagikan Berita ini melalui :