Masih ingatkah kalian dengan pandemi COVID-19 yang muncul tahun 2020, guys?
Anjuran dari badan kesehatan, sinar matahari diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh untuk bisa melawan serangan virus maupun bakteri, tidak terkecuali dengan Virus Corona / COVID-19, lho!
Indonesia yang terletak di sekitar ekuator menyebabkan sinar matahari yang diterima lebih banyak dibanding wilayah di belahan bumi lainnya, lho! Tentunya ada dampak positif dan negatifnya dong…
Kira- kira apa aja yang terkandung dalam sinar matahari ya? Yuk kita simak penjelasan mimin!
Energi matahari sampai ke bumi dalam beberapa cara lho. Pertama, cahaya tampak yang dapat kita lihat. Kedua, radiasi infra merah yang kita rasakan sebagai panas. Terakhir, sinar radiasi ultraviolet (UV) yang tidak dapat kita lihat atau rasakan.
Then, apa yang dimaksud dengan sinar UV?
Sinar ultraviolet (UV) merupakan bagian gelombang elektromagnetik dari energi radiasi matahari pada pita 100-400 nm. Radiasi matahari yang menjangkau permukaan bumi berada pada sekitar panjang gelombang 100 nm sampai dengan 1 mm.
Sinar UV sendiri terbagi menjadi tiga. Pertama, UV A yang memiliki gelombang panjang (315-400 nm). Kedua, UV B yang memiliki gelombang menengah-pendek (280-315 nm). Ketiga, UV C, memiliki panjang gelombang cahaya yang lebih pendek (100-280 nm).
Banyaknya sinar Ultraviolet (UV) yang mencapai bumi dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:
- Sudut datang sinar matahari, semakin tegak akan semakin banyak mengandung sinar UV
- Posisi lintang, semakin ke kutub sinar UV akan semakin kecil
- Tutupan awan, semakin banyak awan, sinar UV yang sampai akan semakin kecil
- Ketinggian, semakin tinggi suatu tempat, sinar UV yang diterima akan semakin besar
- Lapisan ozon, semakin banyak ozon di lapisan atas, semakin baik menyaring sinar UV
- Pemantulan pada permukaan bumi. Semakin dapat memantulkan cahaya, maka semakin sedikit sinar UV yang ada di permukaan bumi
Radiasi UV yang mencapai permukaan bumi sebagian besar adalah UVA (90-99%), sebagian UVB (kurang dari 10%), sedangkan seluruh UVC diserap oleh ozon. Yang memicu reaksi pembentukan vitamin D dalam tubuh adalah sinar UV B. Kekurangan sinar matahari akan memengaruhi mood kita lho. Serta meningkatkan ancaman kekurangan vitamin D.
Tapi kalian juga harus hati-hati, guys! Paparan sinar matahari yang berlebihan juga akan menyebabkan masalah kesehatan seperti sunburn (terbakarnya kulit), penuaan dini, hingga kanker kulit dalam jangka panjang. So, WHO merekomendasikan berjemur 2 hingga 3 kali seminggu sekitar 5 hingga 15 menit saja ya, guys!
Tingkat paparan radiasi sinar ultraviolet yang berkaitan dengan kesehatan manusia dijelaskan melalui indeks UV yang terdiri dari kategori Rendah hingga Ekstrem. Kategori Rendah di Angka 1-2. Indeks 3-5: Sedang: Indeks 6-7: Tinggi: Indeks 8-10 Sangat Tinggi. Indeks Ekstrem pada angka 11 ke atas yahh…
Paparan sinar UV di Indonesia dengan kategori tinggi hingga ekstrem umumnya terjadi antara jam 10.00 pagi hingga jam 04.00 sore. Hati-hati pada jam tersebut ya, sob!
Jangan khawatir soal paparan sinar UV ya, guys. Saat ini BMKG sudah mempunyai informasi prakiraan sinar ultraviolet di Indonesia yang dapat diakses oleh masyarakat melalui website BMKG lho…
So, sobat BMKG bisa selalu update di media-media yang mimin miliki, yah!
#bmkg
#bbmkg2
#SinarUV