Tanggal 23 Juli 2024
Waktu Standar Indonesia
BMKG Provinsi Banten
Cepat, Akurat, dan Mudah Dipahami

IOWAVE 2023: Sistem Respon Peringatan Dini Tsunami di Sukabumi Perlu Ditingkatkan

BMKG Provinsi Banten > Berita > IOWAVE 2023: Sistem Respon Peringatan Dini Tsunami di Sukabumi Perlu Ditingkatkan

Daftar Isi

Rantai system peringatan dini tsunami perlu ditingkatkan agar bisa maksimal dalam upaya kesiapsiagaan pemerintah dan Masyarakat dalam menghadapi bencana gempabumi dan tsunami. Hal ini merupakan salah satu kesimpulan dari  kegiatan Indian Ocean Wave Exercise (IOWAVE) di Desa Citepus dan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/10).

“Dalam Kegiatan Indian Ocean Wave Exercise (IOWAVE) tahun 2023 kita menggunakan skenario tsunami dari gempabumi Megathrust Selatan Jawa berkekuatan magnitudo 9.0 pada kedalaman 10 km” terang Sutiyono, Koordinator Bidang Pelayanan Masyarakat, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II.

Dalam sambutannya, Hanif Andi Nugroho, selaku Plt Deputi Geofisika BMKG menjelaskan bahwa, acara ini merupakan bagian dari kegiatan serentak di bawah koordinasi BMKG Pusat yang dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB mulai dari Sumatera Barat hingga Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menguji dan mengevaluasi rantai peringatan dini tsunami secara berkala dengan pihak terkait. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan persiapan, baik masyarakat maupun pemerintah daerah serta warga masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami.

Wilayah Kabupaten Sukabumi dilakukan dua jenis kegiatan. Pertama, Tsunami Drill, berupa pelatihan rerspon pendalaman dan klarifikasi terhadap produk perencnaan bencana tsunami. Kedua, Table Top Exercise (TTX), yakni simulasi tsunami di lapangan. Tsunami Drill diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari setiap unsur Desa Cikakak dan Citepus, antara lain dari Forum Relawan Bencana (FRB), Kelompok Siaga Bencana (KSB), Pemerintah Desa, Karang taruna, Balawista, Masyarakat, dan unsur Sekolah. Perwakilan BBMKG Wil II turut mendampingi sebagai fasilitator dan observer dibantu oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Pertamina Jakarta. Pergerakan simulasi tsunami drill dilakukan dari Pantai Kadaka menuju Tempat Evakuasi Tsunami (TES) di SMAN 1 Cikakak.

Sementara itu, kegiatan TTX dilaksanakan di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi secara internal oleh sesama staf BPBD, P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan), didampingi oleh perwakilan BBMKG Wilayah II selaku fasilitator dan observer serta dibantu oleh perwakilan dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina Jakarta.

“Pada evaluasi pelaksanaan Drill maupun TTX di Sukabumi, terdapat beberapa catatan diantaranya adalah adanya kendala dalam penerimaan Peringatan Dini Tsunami. Pada moda komunikasi email peringatan dini diterima lengkap dan terlambat satu hingga dua menit, akan tetapi untuk moda penerimaan sms terdapat beberapa peringatan dini yang terlambat bahkan tidak tersampaikan. Hal ini akan menjadi landasan dalam perbaikan sistem untuk pelaksanaan IOWAVE selanjutnya. Perbedaan waktu saat PDT (Peringatan Dini Tsunami) satu sampai empat dengan media informasi baik berupa WRS/SMS/Email maupun media lainnya yang berbeda menjadi catatan penting dalam pelaksanaan kegiatan. Cepat atau lambatnya Informasi yang diterima mempengaruhi respon dari setiap pihak” terang Retno Yogi Wijayanti, fasilitator dari BBMKG Wilayah II.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa kerjasama yang solid antara para pelaku, fasilitator dan observer dalam pelaksanaan kegiatan IOWAVE ini menjadi tolak ukur keberhasilan dalam pencapaian target kegiatan. “Semakin Solid berbagai pihak baik sebagai pelaku, fasilitator dan Observer diharapkan semakin siap serta siaga dalam mengantisipasi bencana terutama Tsunami dalam upaya penguatan sistem peringatan dini Tsunami berbasis Masyarakat” tutupnya.

Bagikan Berita ini melalui :